ADA YANG TIBA-TIBA REKAH DALAM SUNYI
Faridz Yusuf

ada yang tiba-tiba rekah dalam sunyi
: Zahir wujudmu
dan ruang tak lagi cukup jadi tempat
untuk mencatat lubuk matamu

teramat letih, ketika ingatan memanjati almanak
kau, jadi semacam mantra untuk menertibkan niat
barangkali juga merampatkan harap
sehingga waktu jadi benang kusut
jika kuselalu mencoba mengurai senyummu

jarum jam rikuh mengukur rahasiamu
dan jentera patah menulis sayapmu
Zahir, taksa benar riwayatmu
: menenun takdirku
betapa luas kurenangi cecabang matamu

aku tak tahu apakah cukup bagi pena
untuk bertanya gurat tarimu
sebab kenang meranggas dalam kerlingmu
begitu juga kesendirian ini, ramai bercakapan
menerka-nerka ayatmu

semoga ini tak lekas,
agar sekedar jadi alamat bagiku terus menapaki
isi matamu
sebab kosong telah jadi persemayaman yang nyaman
untuk menafsir namamu

yaa Zahir,
ajariku fana di sisi matamu
atau lebur dalam daulah nasibmu
aku merasa, tak ada lagi tenggat untuk alpa
mencumbu aminmu

masihkah kauingat, yaa Zahir,
ketika kaudiam-diam selipkan nafas
ke dalam malam-malamku?
hingga kau jadi semacam tahajud
dan aku terjaga merengkuh hasrat itu
masihkah kau ingat juga, yaa, Zahir,
saat kaupelan-pelan meniup isak dalam doa-doaku
hingga kau jadi semacam misteri
dan aku rapuh memikrajkan namamu

atau kala hujan itu, yaa Zahir,
di saat kau berjinjitan mengetuk jendela hatiku
kau lebih dari semacam munajat
dan aku terlampau musykil menari bersamamu

atau juga saat-saat kaututupi
isyarat kehadiranmu, yaa Zahir,
aku tak pernah benar-benar lari dari jejakmu,
aku tak pernah benar-benar lelap dari degup panjangmu

ada yang tiba-tiba tersingkap dalam sendiri
: Zahir wujudmu
dan bulan tak lagi jadi batas
untuk melukiskan sandarku padamu

11/03/2008

——————————————
puisi ini pernah dipentaskan dalam musikalisasi puisi di sebuah panggung
juga mengilhami sebuah noveletku, yang kemudian kubakar bersama sajak2ku
[sisa datanya dari teman ada di note]