RUKU’ DI BUKU HARIAN
—rakaat 18
Faridz Yusuf

aku percaya, di antara jalan kita yang berliku
ada persimpangan yang membuat kita saling
berpandangan
saling meraba jejak
menuturkan apa yang tengah berliku
mengutarakan labirin mana yang tak henti-hentinya
menyala

aku percaya, di antara ruang dan waktu yang membeku
ada perayaan yang membuat kita saling
bercakapan
saling merayakan kebisuan
membicarakan kegelisahan yang abadi
mengatakan repih pedih yang tak sempat kita
jahit dari hari ke hari

dan aku lebih percaya, di antara ziarah kita dalam liku
dan beku
ada kesyahduan yang membuat kita menggilai
apa yang sebenarnya tidak pernah kita ketahui
maka aku percaya bahwa kita semua
adalah pelacur yang sama, yang atas nama entah
telah meneguhi dirinya sendiri.

Ciung Wanara, 15 April ’05, 00: 04