AKAL WUJUDMU
: Zahir el-Maknoon
Faridz Yusuf

a/

kusebut-sebut asmamu ketika sajadah hibuk memupus alpa
dan angin menebar aroma takut

yaa Zahir, buang jauh punggungmu
aku takan bisa menamati tasbih ini

jangan pula beri beban dari desahmu
aku takan bisa menampik ingataningatan
yang tumbuh tiap hari

yaa Zahir, kurebutrebut tanahhatimu ketika harapan pecah
dan aku tak punya tempat menggayutkan percaya

b/
Zahirku, jadilah Zawiyah agar kubermukim dalam senyap
dan langitlangit hati terbuka arungi impianimpianmu

atau jadi pena, agar lengkap kaligrafi imanku
jadi sebilah cermin bagaimana mengutarakan isihati

atau jadi angin, agar lengang kupapakkan arah gerak
dengan bintangbintang yang menyala di ujung kukumu

yaa Zahir, bangunkan aku jalan menuju nasibmu
jangan beri aku gegas dari perjalanan siang yang ganjil
aku takan mampu menepis itu

c/
aku hanya ingin kau jadi cahaya yang membawaku ke muntaha
barangkali juga menabur doadoa ke perjalananku
sulam pula sayapku yang patah diremukkan nasib
karena terlampau banyak goda yang terus membuatku
tak sampaisampai padamu

d/
Zahirku,
dunia tak lagi berkenan aku mengaduh
maka jadilah intibatinku
agar lelap kumenuntun hati menerima apapun
yang akan terjadi

aku rindu bermukim di dalam dirimu
ingin kusentuh jantungmu, akal wujudmu

Bait el-Ijabah, 18 maret 2008